Momen Haru dan Bangga, SD Muhammadiyah 1 Tulungagung Wisuda Siswa pada Haflah Akhirusanah ke-18
Sumber foto: media lazismu Tulungagung
Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Tangis haru orang tua, guru, dan siswa mewarnai rangkaian acara yang menjadi puncak perjalanan pendidikan selama enam tahun di sekolah tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Tulungagung, Atika Budi Mustikawati, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan agar senantiasa menjaga nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan.

“Jaga selalu hafalan Al-Qur'an kalian, jaga akhlak mulia, dan tetap istiqamah dalam menjaga aurat,” pesannya kepada para wisudawan dengan mata berkaca-kaca.
Atika juga berpesan agar para alumni tetap menjalin hubungan baik dengan almamater. Menurutnya, kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Tulungagung harus terus dipelihara.
“Jangan pernah melupakan sekolah ini. Jadilah duta-duta kebaikan yang mampu menceritakan pengalaman positif selama belajar di SD Muhammadiyah 1 Tulungagung kepada masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung, Arif Sudjono Pribadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dua harapan besar yang ditujukan kepada orang tua dan pihak sekolah.
Pertama, kepada para orang tua dan wali murid, Arif mengingatkan pentingnya melanjutkan pengawalan pendidikan anak setelah lulus dari sekolah dasar. Menurutnya, pendidikan agama dan pendidikan umum yang telah diperoleh selama di SD Muhammadiyah harus terus diperkuat pada jenjang berikutnya.
“Jangan ragu untuk berinvestasi dalam pendidikan anak. Meski membutuhkan pengorbanan biaya, pendidikan yang unggul dan berkualitas adalah bekal terbaik untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Kedua, kepada pihak sekolah, PDM Tulungagung berharap SD Muhammadiyah 1 Tulungagung terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikannya.
“Perkembangan sekolah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan sarana prasarana, tetapi juga dari peningkatan mutu pendidikan dan kualitas keilmuan yang diberikan kepada peserta didik,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Arif menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata. Keluarga dan lingkungan memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar merupakan kunci dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Haflah Akhirusanah ke-18 ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan siswa, tetapi juga momentum syukur atas proses pendidikan yang telah dilalui. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan karakter yang kuat, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya serta menjadi generasi Muhammadiyah yang berkemajuan.